Abu Hudzaifah al-Atsari Manusia tidak dapat lepas dari kesalahan, sedangkan kewajiban setiap Muslim adalah saling mengingatkan di dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. Harun Yahya –saddadahullahu- adalah diantara cendekiawan dan saintis muslim yang juga terperosok ke dalam kesalahan yang cukup fatal di dalam masalah aqidah. Kesalahan-kesalahan beliau ini tersebar di mayoritas buku-bukunya yang membicarakan tentang Islam. Kami tidak menutup mata dari mashlahat yang beliau berikan bagi ummat di dalam membela Islam dan membantah faham-faham materialistis saintifis. Namun, biar bagaimanapun beliau adalah manusia yang kadang salah kadang benar, sehingga kita wajib menolak kesalahan-kesalahannya dan wajib menerangkannya kepada ummat agar ummat tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama. Semoga Allah menunjuki diri kami, diri beliau dan seluruh ummat Islam. Beliau memiliki kesalahan-kesalahan yang fatal di dalam buku-bukunya, diantaranya yang berjudul EVOLUTION DECEIT (Keruntuhan Teori Evolusi) yang menunjukkan pemahamannya terhadap Aqidah dan Tauhid yang keliru. Bab yang menunjukkan kesalahan ini diantaranya terdapat di dalam bab ”The Real Essence of Matter”. Perlu saya tambahkan di sini, walaupun Harun Yahya melakukan kesalahan serius di dalam perkara aqidah, namun saya tidak pernah menvonisnya sebagai Ahlul Bid’ah, terlebih-lebih menvonisnya sebagai kafir, nas’alullaha salamah wa ‘afiyah. Sebab, bukanlah hak saya untuk melakukan vonis semacam ini, namun hal ini adalah hak para ulama dan ahlul ilmi yang mutamakkin (mumpuni). Saya di sini hanya ingin menunjukkan beberapa kesalahan yang beliau lakukan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Harun Yahya –saddadahullahu- berkata di dalam pembukaannya di dalam “Where is God?” (Dimana Tuhan) pada halaman 175, sebagai berikut : “The basic mistake of those who deny God is shared by many people who in fact do not really deny the existence of God but have a wrong perception of Him. They do not deny creation, but have superstitious beliefs about “where” God is. Most of them think that God is up in the “sky”. They tacitly imagine that God is behind a very distant planet and interferes with “worldly affairs” once in a while. Or perhaps that He does not intervene at all: He created the universe and then left it to itself and people are left to determine their fates for themselves. Still others have heard that in the Qur’an it is written that God is everywhere” but they cannot perceive what this exactly means. They tacitly think that God surrounds everything like radio waves or like an invisible, intangible gas. However, this notion and other beliefs that are unable to make clear “where” God is (and maybe deny Him because of that) are all based on a common mistake. They hold a prejudice without any grounds and then are moved to wrong opinions of God. What is this prejudice?” Yang artinya adalah : “Kesalahan mendasar bagi mereka yang mengingkari Tuhan yang tersebar pada kebanyakan orang adalah pada kenyataannya mereka tidaklah mengingkari keberadaan Tuhan itu sendiri, namun mereka memiliki persepsi yang berbeda terhadap Tuhan. Mereka tidaklah mengingkari penciptaan, namun mereka memiliki keyakinan takhayul mengenai “dimanakah” Tuhan itu berada. Mayoritas mereka beranggapan bahwa Tuhan berada berada di atas ”Langit”. Mereka secara diam-diam membayangkan bahwa Tuhan berada di balik planet-planet yang sangat jauh dan turut mengatur ”urusan dunia” sesekali waktu. Atau mungkin Tuhan tidak turut campur tangan sama sekali. Dia menciptakan alam semesta dan membiarkan apa adanya dan manusia dibiarkan begitu saja mengatur nasib mereka masing-masing. Sedangkan lainnya, ada yang pernah mendengar bahwa Tuhan ”ada di mana-mana”, namun mereka tidak dapat memahami maksud hal ini secara benar. Mereka secara diam-diam berfikir bahwa Tuhan meliputi segala sesuatu seperti gelombang radio atau seperti udara yang tak dapat dilihat ataupun diraba. Bagaimanapun juga, dugaan ini dan keyakinan lainnya yang tidak mampu menjelaskan ”dimanakah” Tuhan berada (atau bahkan mungkin mengingkari Tuhan dikarenakan hal ini), seluruhnya adalah kesalahan yang lazim terjadi. Mereka berpegang pada praduga yang tak berdasar dan akhirnya menjadi keliru di dalam memahami Tuhan. Apakah prasangka ini??” Kemudian beliau sampai kepada perkataan filsafat sebagai berikut (hal. 189) : “Consequently it is impossible to conceive Allah as a separate being outside this whole mass of matter (i.e the world) Allah is surely “everywhere” and encompasses all. Yang artinya : “Maka dari itu, merupakan suatu hal yang mustahil untuk memahami Allah sebagai suatu Dzat yang terpisah dari keseluruhan massa partikel/materi (yaitu dunia), Allah secara pasti “berada di mana-mana” dan meliputi segala sesuatu.” Perkataan ini jelas-jelas perkataan kaum shufiyah, bahkan menyimpan pemahaman konsep Wihdatul Wujud. Pemahaman ini jelas-jelas suatu kekeliruan yang nyata dan fatal yang setiap muslim dan mukmin harus baro’ (berlepas diri) darinya. Karena Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala beristiwa di atas Arsy-Nya di atas Langit, Dzat-Nya terpisah dari makhluk-Nya dan Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Harun Yahya –saddadahullahu- menulis di halaman 190 tentang ”kedekatan Allah secara tidak terbatas” terhadap makhluk-Nya dengan membawakan dalil : ”Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku, sesungguhnya Aku dekat.” (Al-Baqoroh : 186) ”Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” (Al-Israa’ : 60) Harun Yahya juga membawakan ayat yang berhubungan dengan kedekatan Allah terhadap manusia tatkala sakaratul maut, yaitu : ”Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat.” (Al-Waaqi’ah : 83-85) Padahal ayat-ayat yang dibawakan oleh Harun Yahya ini, tidak sedikitpun menunjukkan pemahaman bahwa Allah Dzat Allah ada dimana-mana, namun menurut pemahaman Ahlus Sunnah yang dimaksud oleh Firman Allah di atas adalah, “Ilmu” Allah-lah yang meliputi segala sesuatu. Sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Sufyan ats-Tsauri, tatkala ditanya tentang ayat wa huwa ma’akum ayna ma kuntum (Dia berada dimanapun kamu berada), beliau berkata : “Yang dimaksud adalah Ilmu-Nya.” (Khalqu Af’alil Ibad, Imam Bukhari) Harun Yahya berkata pada permulaan halaman 190 sebagai berikut : “That is, we cannot perceive Allah’s existence with our eyes, but Allah has thoroughly encompassed our inside, outside, looks and thoughts….” Yang artinya : “Oleh karena itulah, kita tidak dapat membayangkan keberadaan Allah dengan mata kita, namun Allah benar-benar sepenuhnya meliputi bagian luar, bagian dalam, pengelihatan, pemikiran…” Ucapan ini adalah ucapan yang keliru dan bathil. Ini adalah pemahaman filsafat shufiyah jahmiyah mu’tazilah. Sungguh, keseluruhan bab yang berjudul “The real essence of Matter” benar-benar diselaraskan dengan filosofi Harun Yahya terhadap aqidahnya. Yang apabila diringkaskan keseluruhan bab ini menjadi satu kalimat, yaitu : “That there is no US, the WORLD is not REAL, Allah is REAL, so ALLAH is EVERYWHERE and WE ARE an ILLUSION” Yang artinya : “Bahwa kita ini tidak ada, dunia itu tidak nyata, Allah sajalah yang nyata, oleh karena itu Allah berada di mana-mana sedangkan kita hanyalah ilusi belaka.” Hal ini tersirat di dalam perkatannya di halaman 193 : “As it may be seen clearly, it is a scientific and logical fact that the “external world has no materialistic reality and that it is a collection of images perpetually presented to our soul by God. Nevertheless, people usually do not include, or rather do not want to include, everything in the concept of the “external world”. Yang artinya : “Sebagaimana telah tampak secara nyata, merupakan suatu hal yang saintifis dan fakta bahwa dunia eksternal tidak memiliki materi yang realistis dan dunia eksternal hanyalah merupakan kumpulan gambaran yang secara terus menerus berada di dalam jiwa kita oleh Tuhan. Walau demikian, manusia seringkali tidak memasukkan, atau lebih jauh tidak mau memasukkan, segala sesuatu ke dalam konsep “dunia luar”.” Ucapan ini berlanjut hampir pada keseluruhan bab, dan hal ini tentu saja suatu penyimpangan yang fatal dan dapat menimbulkan syubuhat terhadap para pembaca buku ini, karena biar bagaimanapun buku ini mengandung data-data saintifis, bukti-bukti rasional dan bantahan-bantahan ilmiah rasionalis terhadap kaum materialistis. Oleh karena itu menjelaskan kesalahan-kesalahan aqidah dan selainnya adalah suatu keniscayaan dan kewajiban, karena membela al-Haq lebih dicintai dari seluruh perkara lainnya. Sebagai kesimpulan, di sini saya akan meringkaskan poin-poin kesalahan pemahaman Harun Yahya di dalam bukunya EVOLUTION DECEIT (dan selainnya), sebagai berikut : 1. Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ”Allah ada dimana-mana”, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep Wihdatul Wujud yang kufur, semoga Allah memberinya hidayah dan mengampuninya. 2. Harun Yahya memiliki aqidah yang serupa dengan Qodariyah-Mu’tazilah di dalam masalah Qodar (Taqdir), sebagaimana secara jelas terlihat pada tulisannya di halaman 190 akhir. 3. Harun Yahya memiliki aqidah yang dekat kepada Jahmiyah di dalam menolak sifat-sifat Allah, terutama sifat istiwa Allah di atas Arsy-Nya dan Arsy-Nya berada di atas langit. Demikianlah sebagian kecil yang dapat saya tuliskan tentang beberapa kesalahan fatal di dalam buku-buku Harun Yahya –saddadahullahu-, dan apa yang saya tuliskan di sini bukanlah menunjukkan hanya ini sajalah kesalahan beliau, namun yang saya tuliskan di sini hanyalah sebagian kecil saja dari kesalahan-kesalahan yang bersifat aqidah yang terdapat pada beliau. Tulisan ini lebih banyak diadopsi dari tulisan al-Akh Abu Jibrin al-Birithani yang meluangkan waktunya menyusun beberapa kekeliruan aqidah Harun Yahya. Bagi para ikhwah yang tertarik dengan modern sains dan bantahan-bantahan terhadap saintis sekuler atau yang berideologi materialistis, saya lebih menyarankan untuk merujuk kepada tulisan-tulisan dan ceramah al-Ustadz DR. Zakir Naik al-Hindi, seorang ilmuwan muda India yang telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun, dan sekarang menjadi presiden IRC (International Research Center) India. Beliau juga dekat dengan masyaikh jum’iyah Ahlul Hadits India, sehingga insya Allah dalam masalah aqidah, beliau jauh lebih salimah daripada ilmuwan muslim lainnya seperti Harun Yahya. Wallahu a’lam bish showab. http://ibnurodjat.multiply.com/ |
http://www.youtube.com/c/RaraSEntertainment
16 Jan 2011
Kesalahan Harun Yahya
IBNU TAIMIYAH
Di Mata Para Ulama Ahlussunnah
(Bagian I)
(Bagian I)
Ibn Taymiyah yang kita ketahui merupakan salah seorang tokoh yang dipuja-puja kaum Wahaby-Salafy ternyata di mata para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah seorang munafik dengan bukti-bukti sbb:
1. Al-Durar al-Kaamina fi A`yaan al-Mi’at al-Tsaamina, karya Ibn Hajar al-`Asqalani yang membongkar asal-usul, akidah dan pemikiran Ibn Taymiyah yang jauh menyimpang dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Cet. Hydrrabad: Daa’irat Al-Ma`aarif al-`Utsmaaniyyah, 1384 H, Jil. 1, hlm. 153-155)
“Ulama-ulama lainnya bahkan menganggap dia (Ibn Taymiyah) adalah seorang munafik, karena dia telah mengatakan bahwa “Ali (bin Abi Thalib) telah diabaikan (madkhûlan) kemanapun dia pergi. Dia (Ali bin Abi Thalib) berkai-kali mencoba untuk memperoleh kekhalifahan namun tak pernah mendapatkannya.”
Ibn Taymiyah bahkan dengan jelas telah mengatakan bahwa “Dia (Ali bin Abi Thalib) mencintai kedudukan (sangat menginginkan kekhalifahan), sebagaimana Utsman (bin Affan) mencintai uang.”
Dia juga mengatakan bahwa, “Abu Bakar menyatakan keislamannya dengan kesadaran penuh karena dia (Abu Bakar) sudah tua (dewasa) sedangkan Ali (bin Abi Thalib) masih kecil (belum baligh) ketika menyatakan keislamannya, dan keislaman anak-anak belumlah memiliki arti sama sekali.”
Ibn Taymiyah mengatakan : “Sebelum Allah Swt mengutus Muhammad sebagai Rasul tak seorang pun ada orang beriman di kalangan orang-orang Quraisy. Mereka semua menyembah berhala, termasuk anak-anak. Jika seseorang bisa menyimpulkan bahwa tidak sama kekufuran orang dewasa dengan kekufuran anak kecil maka tentu saja iman orang dewasa (Abu Bakar) berbeda dengan iman anak-anak (Ali bin Ab Thalib).”
Jika anda tidak percaya lihat dan baca kitabnya yang menjadi pegangan kaum Wahabi-Salafy : Minhaj al-Sunnah Jilid 8 halaman 285!
Laki-laki dungu ini juga mengatakan bahwa hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pntunya.” sebagai hadis palsu!
Padahal kitab-kitab hadis ahlus sunnah yang meriwayatakan hadis tersebut dengan komentar bahwa hadis tersebut adalah : shahih! [1]
Ibn Taymiyah menambahkan bahwa “Muadz bin Jabal lebih mengetahui halal dan haram ketimbang Ali bin Abi Thalib.”
Ucapan-ucapan kebenciannya kepada Ali ini tertera di dalam kitabnya yang menjadi rujukan kaum Wahaby-Salafy : Minhaj al-Sunnah, Jil. 7, hlm. 513-515.
Padahal banyak ulama Ahlus Sunnah yang mengetahui bahwa Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan : “Wahai manusia! Tanyakanlah apa pun kepadaku selama aku masih berada di antara kalian!” Sahabat Nabi, Said al-Musayyab mengeomentari kata-kata ini bahwa tak seorang sahabat pun yang berani membuat tantangan seperti ini kecuali Ali!” [2]
Pernah dua orang laki-laki datang kepada Khalifah Umar bin Khatab untuk bertanya tentang hukum istri yang berstatus hamba sahaya (amatun). Sang Khalifah tidak menjawab. Dia berdiri dari tempatnya dan mengajak kedua orang ini pergi bersamanya ke Masjid.
Dalam sebuah halaqah inilah, tampak seorang yang berkepala botak tengah mengajar di sana.
“Bagaimana pendapat anda tentang hukum mentalaq amatun?” tanya sang khalifah kepadanya. Sang, guru halaqah ini hanya memberi isyarat dengan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya saja.
“Diperlukan 2 kali bersuci untuk memelihara waktu ‘iddah-nya”, kata Umar menerjemahkan kepada 2 orang penanya yang ikut bersamanya.
“Subhanallah! Kami datang untuk bertanya kepadamu selaku Amirul Mukminin, namun anda mencari jawaban dari orang ini,” protes mereka.
“Tahukah anda siapa orang itu?” kata Umar mencoba menenangkan.
“Dia adalah Ali bin Abi Thalib. Aku pernah menyaksikan Rasulullah (Saw) berkata tentangnya:
“Sungguh, seandainya 7 lapis langit dan bumi diletakkan di satu sisi timbangan dan Ali di sisi yang lain, pasti Ali akan lebih berat dari langit dan bumi itu.” [2b]
Bukan hanya khalifah Umar. Sahabat-sahabat lainnya juga pernah memberikan kesaksian serupa. Ummul Mukminin A’isyah juga pernah berkata: “Ali adalah orang yang paling paham tentang sunnah Nabi.”. [2c]
Abdullah bin Abbas juga diriwayatkan berkata: “Dibandingkan ilmuku dan ilmu para sahabat yang lain dengan ilmu Ali bin Abi Thalib perbandingannya seperti setetes air dengan 7 samudra lepas.” [2d]
Abdullah bin Mas’ud juga diriwayatkan pernah berkata: “Ilmu hikmah terbagi ke dalam 10 bagian. Ali telah dianugerahi Allah 9 bagiannya, dan manusia lain 1 bagian saja. Dalam 1 bagian yang tersisa itu Ali adalah yang paling arif.” [2e]
Dari pernyataan-pernyataannya Ibn Taymiyah inilah – kata Ibn Hajar al-Asqalani – para ulama menyimpukkan bahwa dia (Ibn Taymiyah) adalah seorang munafik berdasarkan hadis Nabi Saw kepada Ali bin Abi Thalib : “Hanya orang munafik yang membencimu.”
Kita juga mengingat banyak sekali hadis-hadis Rasulullah Saw yang serupa seperti yang telah dikatakan oleh Ibn Hajar al-Asqalani ini, sebut saja :
* Salah satu hadis sahih dari Nabi Saw yang keshahihannya tak diragukan oleh para pakar hadis. Diriwayatkan oleh para sahabat seperti ‘Abdullah ibn ‘Abbas, ‘Imran ibn al-Husain, Ummul Mukminin Ummu Salamah ra dan lain-lain, serta Imam Ali bin Abi Thalib as sendiri mengatakan :
“Demi Dia yang membelah benih dan menciptakan jiwa, sesungguhnya Rasulullah (Saw) memberikan kepada saya suatu janji bahwa tak seorang pun selain mukmin akan mencintai saya, dan tak seorang pun selain orang munafik akan membenci saya.” [3]
** Karena itulah para sahabat Nabi biasa menguji keimanan atau kemunafikan kaum Muslim melalui kecintaan dan kebencian mereka kepada Ali bin Abi Thalib, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Dzarr al-Ghifari, Abu Said al-Khudri, ‘Abdulldh ibn Masud dan Jabir ibn ‘Abdullah, bahwa:
“Kami (para sahabat Nabi) biasa membedakan orang munafik dengan kebencian mereka kepada ‘Ali ibn Abi Thalib.” [4]
Karena banyak bukti kebencian Ibn Taymiyah terhadap Imam Ali bin Abi Thalib inilah maka:
2. Ibn Hajar di dalam kitabnya Fatawa al Haditsah hlm. 86 mengatakan tentang Ibn Taymiyah:
“Ibn Taymiyah adalah orang yang semoga Allah menghinakannya, membiarkan dia dalam kesesatan, membutakan dan membisukannya!”
3. Muhammad Syaukani, di dalam kitabnya Al-Badr al-Tsalai, Jil. 1, hlm .67 menyatakan bahwa Ibn Makhluf telah memfatwakan bahwa jika tidak dihukum mati paling tidak Ibn Taymiyah mesti dipenjara seumur hidup!
Masih banyak fatwa-fatwa yang cukup tegas dari para ulama Ahlus Sunnah atas kemunafikan Ibn Taymiyah ini yang tidak seluruhnya saya ungkap di sini.
4. Ada 40 ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menyatakan kekufuran Ibn Taymiyah yang antara lain adalah : Muhammad bin Ibrahim Shaafi, Muhammad bin Abu Bakr al-Maliki, Muhammad bin Abu Bakr Jarir Anshari al-Hanafi, Abdullah bin Umar Muqaddis al-Hanbali.
Pernyataan 40 ulama ini dinyatakan di Suriah bahwa jika seseorang menyebarkan paham Ibn Taymiyah ini maka dia harus dihukum mati. Pernyataan ini bisa anda baca di dalam kitab : Durar al-Kamina karya Ibn Hajar al-Asqalani Jil. 1 hlm. 147.
5. Syekh Alauddin Bukhari al-Hanafi juga berfatwa : “Siapa pun yang menganggap Ibn Taymiyah sebagai Syaikhul Islam maka dia telah menjadi kafir!”
Lihat dan baca kitabnya yang termasyhur : Tadzkirah al-Huffazh hlm. 316, Cet. Damaskus.
6. Syekh Zainuddin bin Rajab al-Hanbali juga mencatat apa yang diungkapkan Syekh Alauddin di dalam kitab Anwar al-Bari Jil. 11 :192 [Multan].
Yang ingin saya garis bawahi tentang fatwa-fatwa ini adalah bahwa bukan keinginan saya untuk mengkafirkan apalagi memvonis hukuman mati bagi orang ini – toh orang ini sudah sedang mempertanggungjawabkan amal buruknya di alam barzakh –, akan tetapi poin yang ingin saya sampaikan adalah agar khalayak bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini mengetahui siapa sebenarnya Ibn Taymiyah di dalam pandangan para ulama Ahlus Sunnah. Karena sudah sedemikian banyak buku-buku Ibn Taymiyah yang beredar di sini atas prakarsa Kerajaan Saudi Arabia yang kita tahu bersekte Wahaby. Inilah kepentingan saya menyampaikan semua bukti-bukti penyimpangan pemikiran Ibn Taymiyah yang dianggap sebagai Syekh al-Islam oleh pengikut sekte Wahaby. Pada bagian selanjutnya saya akan buktikan betapa masih banyak pemikiran lelaki ini yang jauh menyimpang dari ajaran-ajaran Islam yang dianut oleh kaum Muslim Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Insya Allah!
Sumber : http://qitori.wordpress.com/
6 Jan 2011
TERNYATA WAHABY ANTEK BELANDA
mina alladziina farraquu diinahum wakaanuu syiya’an kullu hizbin bimaa ladayhim farihuuna
|
[30:32] yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (tauhidnya menyimpang seperti mujasimmah dan musyabihah/mensifati Allah dengan sifat makhluq) dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
|
WAHABY PATWAKAN KHAMAR TIDAK NAJIS
Jumhur ulama, termasuk imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad rahimahumullah) berpendapat bahwa khamr adalah najis. Dan ini dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad abduh, yusuf Qardawi dan semua Ulama sunni…
dalam fiqh syafeiyah :- jika ada tempat (wadah) bekas khamr, walaupun khamr itu telah kering (menguap) maka jika untuk menggunakannya (untuk tempat makan/minum) harus mencucinya, maka jika tidak…makanan/minuman dalam wadah itu kena hukum haram.
- wajib menyucikan diri darinya dan wajib mencuci pakaian atau badan yang terkena khamr.
untuk jelasnya :
Mari kita lihat tentang Bab Najis.
1. Dalam kitab “ihya ulumuddin” jilid I/458, Bab “Rahasia Bersuci”, Bagian pertama “tentang bersuci daripada najis”.
Segi pertama : Mengenai apa yang dihilangkan
Yang dihilangkan adalah najis
Benda itu tiga : benda tidak bernyawa (jamaadat), hewan dan bahagian-bahagian daripada badan hewan.
Adapun benda yang tidak bernyawa : maka semuanya suci selain khamr dan tiap-tiap yang berasal dari buah anggur kering yang memabukan.
Hewan itu semuanya suci, selain anjing, babi dan anak dari keduanya atau salah satu dari keduanya.
Apabila hewan itu mati, maka najis semuanya, kecuali lima : manusia, ikan, belalang, ulat buah-buahan. Dan dipandang seperti itu, tiap-tiap makanan yang berubah.
tiap-tiap yang tidak mempunyai darah yang mengalir, seperti lalat, lipas dan lain-lain, maka tidaklah najis air jatuhnya ke dalam air.
(kitab “ihya ulumuddin” jilid I/458, Bab “Rahasia Bersuci”, Bagian pertama “tentang bersuci daripada najis”, pustaka nasional, singapura, 1988)
2. Fiqh syafei, jilid I halaman 23, Bab Najis dan Tafsir Muhammad Abduh
(saya ringkas karena dalil dan penjelasannya sangat banyak)….
Najis ada tiga :
1. Najis Mughaladhah (najis yang tebal/berat) seperti anjing, babi, anak dari keduanya
2. Najis mukhaffafah, artinya najis yang ringan seperti kencing bayi yang belum makan (masih menyusu)
3. Najis mutawasittah, artinya najis yang pertengahan…(khamr masuk dibagian ini…)
Bagian 3. Najis mutawasittah, artinya najis yang pertengahan
Adapun najis mutawasittah terbagi menjadi dua, yaitu ainiyah (yang kelihatan mata) dan hukmiyah (yang tidak kelihatan mata).
Contoh Najis hukmiyah (yang tidak kelihatan) yaitu kencing (baul) orang dewasa yang sudah kering, yang salah satu sifatnya tidak didapati lagi. Maka cara mensucikannya cukuplah dengan melakukan (menumpahkan) air keatasnya sekali sahaja, wadah khamr yang sudah kering termasuk najis hukmiyah,
cara menghilangkannya cukup menyiramkan air satu kali
Sedang cara mensucikan najis ainiyah itu ialah dengan jalan membasuh yang menghilangkan sifat-sifat najis tersebut. Tetapi apabila keduanya bau dan warna itu masih tinggal belumlah dinamakan suci. Adapun macam-macam najis mutawasittah itu ialah :
1. Kencing (baul) orang dewasa
2. ghaith (tahi), juga tahi burung, ikan, belalang, tau tahi binatang yang tak berdarah mengalir.
3. Darah
4. nanah
5.Muntah
6. Mazi
7.Madi
8. Mayat/bangkai (selain mayat belalang, ikan dan manusia)
9. Air luka
10. Susu binatang yang haram dimakan dagingnya kecuali susu manusia.
11. Daging yang dipotong selagi hidup.
12. Khamr (arak) atau minuman yang memabukan.
Khamr menurut imam syafei adalah najis berdasarkan ayat di bawah ini :
“sesungguhnya arak, judi, berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan kotor (keji : rijsun), ia termasuk pekerjaan setan, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhinya”. (Al-maidah, ayat 90)
Berkata imam zujaj : “Rijis pada lughat, ialah nama bagi tiap apa yang kotor (keji) dari pekerjaan maupun perbuatan. Dan sesungguhnya didalam al-qur’an disebutkan banyak ayat yang mengenai “najis” yang tidak ada tempat yang nyata padanya “kotoran menurut hissi (perasaan)”, hanya tersebut dalam firman Allah :
“Katakanlah wahai Muhammad SAW : Tidak aku peroleh pada yang diturunkan kepadaku sesuatu makanan yang diharamkan atas orang yang memakannya, kecuali bangkai, darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya itu barang yang keji (najis : rijsun) atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. (Al- an’am ayat 145)
(Tafsir Muhammad Abduh, juz 7 hal. 57)
Sedangkan menurut ahli usul : memakaikan satu kalimat untuk seluruh makna adalah dibolehkan.
Oleh sebab itu Babi maupun Khamr disebut diatas dapat diartikan “keji (rijsun)” dan dalam kata-kata keji itu termasuk najis, baik menurut maknanya maupun menurut hissi.
Dengan demikian larangan memakan atau meminumnya, bukan hanya arak/khamr memabukan atau mengandung cacing pita yang tidak dapat mati karena api, tetapi juga karena kedua-duanya adalah NAJIS.
Berkata Imam Ar-Raghib : ” Najis itu adalah sesuatu yang kotor, yang dapat ditinjau dari empat segi. Adakalanya dari segi tabiat (sifatnya), adakalanya dari segi akal, adakalanya dari segi syarat, dan adakalanya dari semua segi diatas. Seperti mayat. Maka sesungguhnya mayat itu dipandang jijik menurut tabiat, nafsu,akal dan menurut syarat. Sedang judi dan Khamr dipandang NAJIS DARI SEGI SYARAT.
(Tafsiran Muhammad Abduh, juz 7 halaman 158 ) dan (Fiqh syafei, jilid I/26,Bab Najis,Pustaka Antara, Kuala Lumpur,1989).
3. Menurut Prof Dr alQaradawi Khamr adalah Najis
Ini juga pendapat Prof Dr alQaradawi dlm Fatawa Mua\’asirat.Perbahasan ulama\’ dalam bab najis sebenarnya tertumpu pada khamar bukan alkohol (anNawawi, alMajmoo\’: 2/516).
4. Menurut Lembaga Fatwa Al-AzharKhamr adalah Najis
Lembaga Fatwa Al-Azhar berpendapat bahawa alkohol (yang hukan dari industry khamr) itu tidak najis manakala arak tetap najis. Setelah membincangkan perkara ini dengan panjang lebar maka jawatankuasa mengambil keputusan bahawa minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak adalah haram.
Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan boleh di makan. Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah harus dan dimaafkan. Berdasarkan fatwa dari Sheikh Atiyyah Saqr, Mesir, alkohol yang terdapat dalam minyak wangi tidak menghalang dari sahnya sembahyang. Menurutnya, alkohol tersebut tidak najis kerana ia bukan digunakan untuk dijadikan minuman keras.
5. JAKIM – MALAYSIA DAN MUI (Majelis Ulama Indonesia) – Indonesia
Khamr adalah haram dan NAJIS. Sedangkan alcohol yang bukan berasal dari industri khamr adalah suci, tetapi jika ia dimasukan dengan sengaja ke dalam suatu minuman maka minuman itu haram hukumnya.
maaf kami sekedar membuktikan fatwa aliran wahaby bahwa khamr itu suci adalah fatwa menyesatkan…dan sengaja diperuncing untuk memecah belah barisan sunni….waspadalah…
hukum khamr iaitu najis mutasawittah, baru kita membahas mengenai alkohol dengan lebih berhati-hati (terutama copy paste dari situs-situs wahaby)
_________________________________________
Pendapat sesat wahaby :Asy-Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin , bin Baz
lihat kata-kata albany :
Syaikh Al-Albani berkata dalam Tamamul Minnah hal. 55 dan As-shahihah (5/460)
rujuk : http://www.ikhwan_interaktif.com/islam/?pilih=news&aksi=lihat&id=1733
dan artikel sesat wahaby indonesia : Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari
http://asy-syariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=311
mereka menghukumi khamr adalah suci!
mereka mengaburkan pengertian alkohol dan khamr sehingga seolah-olah semua alkohol adalah khamr…hati-hatilah!
_______________
mana alkohol yang tergolong KHamr?
mana alkohol yang tergolong KHamr?
mungkin ini sedikit menjelaskan :
Fatwa MUI Indonesia dan JAKIM Malaysia :
alcohol yang bukan berasal dari industri khamr adalah suci, tetapi jika ia dimasukan dengan sengaja ke dalam suatu minuman maka minuman itu haram hukumnya.
lebih jelasnya :
DISEDIAKAN OLEH
NAMA: MUHAMAD AALI HANAFIAH BIN RAMELINO MTATRIK : IEJ 070044
عن ابن عمر أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال من شرب الخمر فى
الدنيا ثم لم يتب منها حرمها فى الاخرة.
رواه بخاري
الدنيا ثم لم يتب منها حرمها فى الاخرة.
رواه بخاري
Maksudnya: Dari Abdullah Bin Umar r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : ‘Siapa yang minum minuman keras di dunia dan ia tidak bertaubat dari kesalahannya ini, Maka ia tidak akan memperoleh nya nanti di akhirat.(Riwayat Bukhari)
Ø Arak(al-khamr) ialah minuman yang memabukkan yang diperbuat daripada perahan buah-buahan yang diperam.
Ø Dinamakan al-khamar (tutupan) kerana ia menutup akal manusia yang waras.
Jumhur Fuqaha’ tidak pula membezakan antara arak dan minuman lainØ yang memabukkan, mereka mengatakan setiap minuman tersebut adalah haram diminum sedikit atau banyaknya, dan ia adalah arak (khamar). Hukumnya sama seperti hukum manisan buah anggur dari segi pengharamanya, dan diwajibkan had terhadap peminumnya. Nabi Muhammad s.a.w bersabda:
كل مسكر خمروكل خمر حرام
“setiap yang memabukkan adalah arak, dan setiap arak adalah haram.
Nama lain bagi arak ialah alkohol. Dari segi kimia, alkoholØ adalah satu keluarga hidrokarbon dengan formula asas R-OH. R adalah rantai hidrokarbon dan kumpulan OH bertanggungjawab membawa sifat alkohol. Alkohol dinamakan dengan sambungan “nol” dihujung perkataan. . Contoh :CH3-OH : Metanol, CH3CH2 – OH : Etanol, CH3(CH2)2-OH : Propano dan CH3(CH2)3-OH : Butanol.
Fiqh hadis
Secara umumnya dalam hadis ini menjelaskan kepada kita tentangv haramnya meminum minuman keras iaitu arak. Baik meminumnya dengan kadar yang banyak ataupun sedikit.
Bagi mereka yang telah terlanjur melakukan dosa besar ini, makav wajib ke atas mereka untuk bertaubat dan tidak akan sesekali melakukannya lagi.Ini membuktikan bahawa mereka telah insaf kerana telah meminum arak sebelum ini yang telah diharamkan oleh Allah meminumnya.
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis tersebut, sekiranyav peminum arak yang tidak bertaubat untuk meninggalkan minuman arak, maka Allah mengharamkan sama sekali kepada mereaka meminumnya di akhirat kelak.
Menurut satu riwayat daripada Imam Abu Hanifah yang turutv menjelaskan bahawa arak merupakan najis mughalazah yang diharamkan sama sekali bagi sesiapa yang meminumnya.
Oleh yang demikian diharamkan meminum arak walaupun sedikitv kecuali sekiranya dalam keadaan terpaksa dan juga ketika darurat. Untuk kesekian kalinya Islam tetap bersikap tegas terhadap masalah arak. Tidak lagi dipandang kadar minumannya, sedikit atau banyak. Kiranya arak telah cukup dapat menggelincirkan kaki manusia. Oleh karena itu sedikitpun tidak boleh disentuh.
Justru itu pula Rasulullah s.a.w. pernah menegaskan:
“Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)
“Minuman apapun kalau sebanyak furq6 itu memabukkan, maka sepenuh tapak tangan adalah haram.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)
Seterusnya pengharaman arak itu bukan sahaja kepada orang yangv meminumnya, bahkan ia meliputi kepada apa jua bentuk pertolongan yang boleh membawa kepada peminuman arak, kerana dosa menolong kepada berlakunya peminuman arak, walaupun dia tidak meminumnya, samalah juga dosanya seperti orang yang meminum arak.
Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. pernah melaknatnya, yaitu seperti tersebut dalam riwayat di bawah ini: “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan:
(1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
Setelah ayat al-Quran surah al-Maidah (90-91) itu turun, Rasulullah s.a.w. kemudian bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan arak, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai arak walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya.” (Riwayat Muslim)
Maka dengan ini adalah jelas bahawa haram memberi pertolongan kepada penyebaran (meromosi) minuman tersebut, wamplaupun kita tidak berniat sedemikian. Hukum ini samalah juga memakai baju yang memaparkan lambang jenama minuman keras, kerana ada unsur redha dan mengajak kepada peminuman minuman itu.
Jumhur ulamak yang empat telah sepakat menyatakan bahawa haramnyav penggunaan bahan yang memabukkan dalam perubatan dan juga tujuan yang lain sebagaimana yang telah diharamkan oleh syarak.
Abu bakar Al-Jazairi dalam kitabnya Minhajul muslim menegaskanv keharaman dari khamar baik sedikit maupun banyak, penisbatan ini berdasarkan dalil-dalil yang Qothi .Qs. Al-Maidah; 90-9).
Sifat-sifat arak dan al-kohol.
Memabukkan. Sifat yang jelas bagi arak ialah memabukkan bagiü peminumnya sama ada dengan kadar sedikit ataupun dengan kadar yang banyak. Mabuk tersebut menyebabkan hilangnya kewarasan akal untuk menimbang segala perbuatan yang baik atau buruk.
ü Sangat mudah meraup kerana takat didih yang rendah. Etanol (+/- 78oC). Inijuga bergantung kepada bilangan karbon.
ü Kebolehan melarut dalam air dan pelarut organik. Ini juga bergantung kepada bilangan karbon.
Takat beku rendah (ü< Sangatü Kebanyakkan beracun. ü0oC). mudah terbakar, kebolehan untuk terbakar bergantung kepada bilangankarbon dalam alkohol. Lebih banyak karbon maka lebih susah untuk terbakar.Metanol dan etanol terbakar dalam nyalaan api berwarna kebiruan.
Kesan minum arak dan alkohol. Alkohol bukan sahaja boleh memabukkan, tetapi juga mampu memudaratkan kesihatan diri sekiranya diamalkan berterusan. Ia umpama kombinasi dadah dan racun kepada badan kita. Malahan hampir setiap agama di dunia ini turut melarang tabiat tersebut di kalangan para penganutnya. Kesan ketagihan akibat meminum alkohol bukannya bergantung kepada jenis alkohol tetapi jumlah yang diminum pada satu-satu masa.
Pada dasarnya terdapat dua kesan yang ketara pada penagih alkohol iaitu kesan jangka pendek dan jangka panjang. Kesan jangka pendek pengambilan alkohol lebih kurang satu botol besar menjadikan seseorang itu kurang daya koordinasi seperti tidak boleh berjalan dengan betul dan tidak boleh membuka pintu. Dalam masa yang singkat ini juga boleh menyebabkan hangover. Hangover lazimnya disebabkan oleh keracunan alkohol, bahan lain dalam alkohol dan tindakbalas ketagih alkohol.
Tanda-tanda hangover alkohol termasuklah sakit kepala, loya, muntah, cirit birit, gangguan pergerakan usus dan menggeletar selama 8 – 12 jam kemudian Kesan jangka panjang akan dirasai selepas meminumnya selama beberapa bulan atau tahun. Kesan utama adalah seperti sakit jantung, hati atau penyakit dalam perut. Bila situasi ini berlaku mereka akan kurang selera makan, kekurangan vitamin, jangkitan penyakit, mati pucuk atau kekurangan haid. Kematian yang awal adalah lebih kerap pada orang yang kuat minum, terutamanya daripada sakit jantung atau hati, radang paru-paru, kanser, keracunan alkohol yang teruk, kemalangan, pembunuhan dan pembunuhan diri.
Kesan pada otak
1) Selepas minum, alkohol akan meresap dari usus kecil ke dalam darah. Alkohol terus dibawa ke jantung yang kemudiannya mengepam darah beralkohol tadi ke seluruh tubuh. Dari sini ia terus meresap ke dalam otak dan seterusnya ke urat saraf. Otak merupakan salah satu organ penting yang dimiliki oleh manusia kerana otaklah yang mengawal segala pergerakan dan perlakuan seseorang dan dengan kemasukan bahan asing ini ke dalamnya ia akan mempengaruhi pergerakan dan kelakuan peminumnya.
2) Menyebabkan berlakunya penindasan kawasan-kawasan yang biasanya mengawal maruah dan disiplin diri sehingga peminum mula merasa kurang sifat malu, fikiran bercelaru, dan pergerakannya pula agak tidak terkawal.
3) Kurang keupayaan dari segi belajar, membentuk idea spontan, menumpukan fikiran, dan membuat pertimbangan yang teliti. Semakin banyak jumlah alkohol yang diminum semakin kuat otak tertindas sehinggakan boleh menyebabkan tidak sedarkan diri dan seterusnya kematian.
Kesan pada hati
1) Setiap kali seorang peminum meminum alkohol, hati akan mengalami kecederaan (mendapat luka). Sel hati akan mati dan menjadi parut. Parut ini akan mengurangkan kemampuan hati untuk berfungsi dengan sempurna. Parut yang serius akan menyebabkan hati tidak dapat berfungsi langsung. Keadaan ini disebut sirosis hati dan boleh membawa maut.
2) Bengkak hati (hepatitis) juga boleh berlaku disebabkan oleh lebihan toksik alkohol. Pada mulanya ia menyebabkan hati mengembang dan lama kelamaan saluran darah akan mengecut. Ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir ke hati dengan sempurna dan akhirnya saluran darah akan membengkak lalu pecah. Pada peringkat kritikal, penghidap hepatitis akan mengalami muntah darah dan najis mereka akan bercampur dengan darah. Kesan pada perut Alkohol menyebabkan kerengsaan perut (gastritis) yang akhirnya boleh membawa kepada ulser. Bagi mereka yang memang menghidapi ulser perut, sakitnya akan menjadi semakin teruk.
Kesan pada saraf
1) Boleh menyebabkan pelbagai jenis penyakit seperti sindrom Wernicke-Korsakoff dan kerosakan sel-sel otak, yang seterusnya membawa kepada komplikasi psikiatri. Peminum boleh mengalami halusinasi pendengaran, amnesia, paranoia, depresi dan kecenderungan membunuh diri.
Kesan pada janin
1) Peminum alkohol kronik yang sedang hamil boleh menyebabkan kandungannya mempunyai ciri-ciri kecacatan seperti kekurangan berat badan, saiz kepala yang terlalu kecil berbanding tubuh, kurang penyelarasan otot, keadaan muka yang rata, dan kelemahan sendi-sendi.
2) Bertindak dengan pelbagai sistem dan organ tubuh. Contohnya, kesan terhadap sistem peredaran tubuh menyebabkan darah lebih banyak dialirkan ke kulit. Ini menyebabkan kulit peminum menjadi kemerah-merahan dan perpeluhan meningkat. Pengepaman jantung juga bertambah pantas dan kuat seperti individu yang sedang melakukan senaman. Kepada penghidap penyakit jantung, mereka mempunyai kemungkinan diserang penyakit itu.
3) Lebih cenderung membuang air kecil dengan kerap kerana etanol boleh merencat hormon penahan kencing.
4) Mungkin mengalami anemia, hipoglisemia (kekurangan gula di dalam darah), dan ketandusan vitamin.
5) Boleh meningkatkan risiko kanser sebanyak 15 kali terutamanya pada bahagian mulut dan tekak.
6) Boleh juga menimbulkan pelbagai masalah sosial. Masalah ketagihan alkohol boleh merosakkan hubungan persahabatan, kehilangan pekerjaan, hutang, simpanan keluarga dihabiskan, masalah rumah tangga, penganiayaan, penderaan, keruntuhan moral dan sebagainya.
Alkohol boleh didapati dari pelbagai sumber, iaitu secara semula jadi, dari proses penapaian (fermentation), dari proses pereputan bahan organik, dari proses tindak balas petro-kimia dan dari arang batu. Kebanyakan alkohol asas dalam keluarga alkohol bersifat sebagai “RACUN” kecuali etanol. Sebagai contoh, etanol boleh dimakan dalam kuantiti kecil dan tidak memudaratkan, tetapi spirit (nama kimia metanol) dalam kuantiti kecil amat toksik jika dimakan.
Keadaan ini sama bila kedua-dua alkohol ini bertukar menjadi asid karbosilik (R-COOH). Metanol akan menjadi asid metaniok (cuka getah) dan etanol akan menjadi asid etanoik (cuka makan). Rasanya tidak perlu dijelaskan bagaimana kesan toksik akibat cuka getah. Analisis isu semasa Makanan Halal Haram.
Nasi Ayam perisa arak???
KUALA LUMPUR: Segelintir peniaga nasi ayam di sekitar ibu kota, dikesan sengaja mencampurkan arak atau samsu dalam resipi masakan tanpa disedari pelanggan Islam menyebabkan ramai penggemar masakan itu termakan hidangan haram. Perbuatan tidak bertanggungjawab itu dipercayai membabitkan hidangan ayam BBQ (panggang) yang diperap bersama wain hitam buatan China sebelum dipanggang.
Kaedah berkenaan dipercayai menambahkan kelazatan ayam panggang berkenaan selain membangkitkan aroma pada hidangan. Apa yang menyedihkan, tindakan itu jelas memperdayakan pengguna Islam, sekali gus menyebabkan mereka memakan makanan yang haram di sisi agama.
Sumber Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) berkata, ketika melakukan pemeriksaan di beberapa premis menjual nasi ayam, pihaknya pernah menemui beberapa botol arak di dapur restoran di ibu kota yang popular dengan hidangan nasi ayam panggang. Menurutnya, soal siasat dilakukan mendapati pekerja restoran mengaku mencampurkan arak atau wain daripada botol bertulisan Cina sebagai bahan perisa tambahan untuk menyedapkan masakan berkenaan.
“Kami dapati arak hitam terbabit mempunyai kandungan alkohol tinggi mencecah 48 peratus. Walaupun pemilik premis tidak mengaku mencampurkan arak berkenaan, ia bercanggah dengan kenyataan diberikan pekerjanya. “Malangnya, ramai pelanggan di kalangan orang Islam memilih restoran terbabit untuk menjamu selera tanpa menyedari `rahsia’ resipi haram yang tersembunyi,” katanya.
Menurutnya, tindakan beberapa pemilik premis yang menggaji pembantu restoran di kalangan wanita asing yang memakai tudung turut menyebabkan pelanggan terpedaya kerana beranggapan hidangan restoran itu halal dimakan.
“Penggunaan arak atau wain dalam masakan sering dianggap satu ramuan wajib dalam tradisi masakan sesetengah masyarakat. Bagaimanapun pengusaha restoran sepatutnya peka dan tidak mencampurkan bahan haram terbabit sebagai menghormati pengguna Islam,” katanya.
Selain itu, sumber ayam mentah yang diperoleh restoran milik pengusaha bukan Islam terbabit turut diragui kerana Jakim percaya ia bukan daripada sumber sembelihan yang halal dimakan.
“Malangnya tindakan undang-undang tidak boleh diambil berikutan pemilik restoran itu sememangnya tidak pernah memohon sijil atau logo halal daripada Jakim sebelum ini,” katanya.
Sementara itu, Pengarah Bahagian Kajian Makanan dan Barangan Gunaan Islam Jakim, Che Hassan Fahmi Che Mamat, berkata kesedaran di kalangan pengguna Islam terhadap sumber makanan yang dipilih dapat mengelakkan mereka daripada memakan makanan diragui status halal.
Bagaimanapun, katanya masalah timbul apabila pengguna Islam sendiri memandang remeh isu berkenaan dengan tidak mementingkan soal sama ada premis yang dipilih mereka pernah memohon atau memilik sijil halal daripada pihak berkuasa. “Jakim sememangnya tidak mempunyai kuasa untuk mengambil tindakan terhadap syarikat pengeluar makanan yang tidak memohon sijil halal walaupun ia dikesan menjual produk tidak halal di pasaran.
Hanya syarikat memiliki sijil halal Jakim yang sah atau memalsukan sijil atau logo halal Jakim boleh diambil tindakan undang-undang. “Adalah wajar setiap pengguna Islam lebih berhati-hati dalam memastikan setiap produk makanan sama ada yang sudah siap dibungkus mempunyai logo halal Jakim manakala restoran makanan pula mempamerkan sijil halal sah Jakim,” katanya.
Sementara itu, personaliti popular dan penyampai stesen radio Era yang juga pemilik restoran nasi ayam terkenal, My Mom’s Chicken Rice (MMCR), Rozlindah Onn, 28, atau lebih dikenali sebagai Linda Onn menyifatkan perbuatan segelintir peniaga meletakkan arak sebagai ramuan tambahan disifatkannya sebagai keterlaluan.
Menurutnya, sebagai penganut Islam beliau amat menitikberatkan aspek kebersihan selain memastikan punca ayam diperoleh daripada sumber halal. “Walaupun ada peniaga yang mencampurkan arak dalam resipi masakan, saya tidak sesekali berkompromi dalam soal ini yang jelas boleh mendatangkan dosa. “Sebelum ini saya mendapat tahu arak sering dicampurkan dalam masakan membabitkan hidangan daging steak di restoran atau hotel. Namun jika benar ia dicampurkan dalam nasi ayam, saya bimbang ramai pelanggan Islam teraniaya,” katanya.
Saranan:
a. Pengguna hendaklah prihatin dalam mencari makanan yang halal.
b. Tindakan yang konkrit sangat diperlukan untuk menangani masalah ini. c. Pengguna hendaklah memastikan logo halal benar-benar disahkan oleh JAKIM KESIMPULAN DAN RUMUSAN DARIPADA ANALISIS Arak tergolong dalam najis mutawassitah. Manakala bahan-bahan bukan arak yang mengandungi alkohol seperti yang terdapat dalam bahan citarasa minuman ringan ialah kerana sebagai bahan penstabilan dan untuk menahan pembiakan kuman
. Tanpa alkohol bahan citarasa ini akan tahan hanya antara 2 – 3 bulan sahaja. Apabila kordial dibancuhkan dalam minuman kandungan alkohol dalam minuman itu adalah lebih kurang 0.01%. Alkohol yang digunakan dalam bahan citarasa minuman ringan ini adalah daripada alkohol yang dihasilkan dari proses kimia.Menurut keputusan Fatwa Kebangsaan, kordial yang mengandungi bahan citarasa (flavour) yang dimasukkan alkohol untuk tujuan penstabilan adalah harus (boleh) digunakan untuk tujuan minuman sekiranya:
a) Alkohol itu bukan dihasilkan dari proses pembuatan arak.
b) Bahawa kuantiti alkohol dalam citarasa (flavour) itu adalah sedikit iaitu tidak memabukkan. Menurut Fatwa Majlis Fatwa Kebangsaan: Alkohol terdiri daripada berbagai-bagai bahan bahan kimia iaitu Ethanol atau ethyl alkohol, Bothanal dan lain-lain lagi.
Dalam minuman keras ethanol, ialah bahan yang menyebabkan mabuk dan ia merupakan bahanyang terbanyak sekali dicampurkan.
1) Setiap minuman arak mengandungi alkohol bukan alkohol itu dari arak. Alkohol dari proses pembuatan arak hukumnya haram dan najis, tetapi alkohol yang dibuat bukan melalui proses pembuatan arak maka hukumnya tidak najis dan tidak haram diminum.
2) Minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak samaada mengandungi sedikit alkohol atau alkoholnya disulingkan adalah haram diminum.
3) Minuman yang dibuat bukan untuk dijadikan arak atau bukan yang memabukkan dan tidak sama caranya dengan proses arak adalah halal diminum.
4) Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan halal dimakan.
5) Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah dimaafkan.
1. Penggunaan alkohol dalam bahan citarasa (Flavour) minuman ringan ini.
2. Proses pembuatan minuman ringan tidak sama dengan pembuatan arak, oleh itu minuman ringan halal diminum kerana ia tidak memabukkan dan tidak memberi mudharat kepada orang yang meminumnya. Menurut kitab\”AlFiqh Al-Muzahibil ar\’baah \” dalam bab \”An najasat juzu 1, Alkohol yang dimasukkan ke dalam minyak wangi untuk menahan minyak wangi agar tahan lama atau untuk menaikkan roti adalah harus.
Bersandarkan kepada kenyataan ini boleh dikiaskan kepada penggunaan alkohol dalam minuman ringan. Jawatan kuasa fatwa telah memberitahu bahawa alkohol ialah nama yang digunakan di dalam kaedah saintifik kepada sebatian yang mempunyai kumpulan (Ho).
Dua jenis alkohol yang paling baik ialah:
1. Methyl alkohol (Methanol) atau alkohol (kayu)
2. Ethily alkohol (Ethanol) atau alkohol biji-bijian.
Methyl alkohol (methanol) tidak digunakan untuk minuman kerana ia merupakan racun yang kuat, manakala ethly alkohol digunakan sebagai campuran di dalam minuman keras. Penyediaan alkohol boleh dibuat melalui dua cara, iaitu:
a. Penyediaan dalam makmal
b. Penyediaan dalam industri.
Alkohol amat berguna sebagai bahan aktif dalam minuman, makanan dan ubat-ubatan dan sebagai bahan pelarut seperti untuk bawa alat solek dan minyak wangi. Pada umunnya alkohol adalah bahaya dan beracun ia ada daya pembunuh dan memabukkan serta merosakkan anggota tubuh badan. Arak adalah memabukkan dan ia adalah haram seperti sabda nabi S.A.W \”Setiap yang memabukkan itu haram.
Setiap yang memabukkan arak. Setiap yang memabukkan itu arak dan setiap yang memabukkan itu haram.(HR Muslim)
Lembaga Fatwa Al-Azhar berpendapat bahawa alkohol itu tidak najis manakala arak tetap najis. Setelah membincangkan perkara ini dengan panjang lebar maka jawatankuasa mengambil keputusan bahawa minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak adalah haram.
Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan boleh di makan. Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah harus dan dimaafkan. Berdasarkan fatwa dari Sheikh Atiyyah Saqr, Mesir, alkohol yang terdapat dalam minyak wangi tidak menghalang dari sahnya sembahyang. Menurutnya, alkohol tersebut tidak najis kerana ia bukan digunakan untuk dijadikan minuman keras.
Illah (sebab) yang membawa kepada najisnya alkohol ialah kerana ia digunakan untuk dijadikan minuman keras. Dalam air wangi ia bukan untuk tujuan memabukkan berbeza hukum disebabkan berbeza illah (sebab). Sekiranya alkohol tersebut dibuat daripada unsur unsur yang halal, ia dibolehkan. Sekiranya ia dihasilkan daripada unsur-unsur yang haram maka ia tidak boleh dibawa solat.
Sepertimana juga hukum bagi menggunakan cuka tuak. Cuka tuak ini dihasilkan dari unsur halal, iaitu kelapa. Apabila mayang kelapa di \’sadat\’, maka terhasillah tuak. Tuak yang diperam tidak boleh diminum kerana ia memabukkan. Tetapi setelah mengalami proses penapaian, tuak itu akan bertukar menjadi cuka. Cuka itu boleh di gunakan. Bagi masalah di atas, sekiranya diyakini alkohol itu dari sumber bersih, maka ia boleh digunakan.
Ada kaedah fiqh yang menyatakan: \’sesuatu yang kita tidak tahu, tidak perlu untuk dipersoalkan.\’ Jadi, sekiranya anda ingin menggunakan alkohol itu, dan tidak tahu akan asal usul alkohol itu, maka ia dibolehkan. Tetapi sekiranya mengetahui ia dihasilkan dari unsure- unsur yang haram, maka tidak boleh digunakan. Pendapat ulama\’ tentang kandungan alkohol di dalam aiskrim dan adakah alkohol(jenis ethanol) yang dibuat bukan dengan cara pembikinan arak boleh diambil jika proportion alkohol itu sangat rendah serta bagaimana pula alkohol di dalam ubat batuk……
1. Beza antara arak/khamar dan alkohol:
Khamar ialah apa jua yg memabukkan dan alkohol adalah antara bahan yg menjadi komponen khamar.
Alkohol: dihasilkan melalui dua cara: Penapaian (fermentation) dan proses industri atau chemical industry.
Tanggapan masyarakat awam: alkohol itu khamar dan khamar itu alkohol. Sebenarnya : Khamar itu terdapat alkohol di dalamnya, manakala alkohol itu stand alone (alkohol tulin). Kedua-duanya Haram di minum. Khamar haram diminum kerana memabukkan. Alkohol tulin haram diminum kerana racunnya.
2. Status makanan dan minuman yg beralkohol. Semua makanan dan minuman yg sengaja di campur alkohol untuk menambah perisa atau sebagai additives adalah haram untuk umat Islam. Manakala makanan, minuman dan ubatan yg mengandungi alkohol pada kadar yg rendah dan alkohol itu terjadi sendiri kerana proses penyediaan makanan dan minuman itu, maka ia harus di makan, kecuali proses pembikinan arak seperti fermentasi bijirin (rye, barley, gandum, tamar) yang tujuan asalnya untuk dijadikan arak, walaupun alkohol itu ujud secara proses semulajadi. Contoh alkohol yg ujud secara semulajadi tapi masih boleh dimakan/minum:
1. Proses fermentasi tapai. Walaupun alkohol ada dalam tapai, tapi kadarnya dimaafkan syara\’ kerana ia ujud secara semulajadi dan belum sampai tahap yang memabukkan.
2. Proses membuat minuman kegemaran Nabi iaitu nabidz. Ada lebih dari 10 hadis riwayat Muslim mengenai bagaimana antara minuman kegemaran Nabi saw ialah nabidz, iaitu isteri-isteri Nabi merendam kismis atau kurma kering, selama 12-36 jam, dan Nabi membuangnya atau memberi kepada khadam selepas 3 hari jika masih ada baki. Itulah kaedah yg ditetapkan oleh fuqaha. (Dr Wahbah, Fiqh Islami, 3/537; Fatwa Mufti Brunei, 1999)
Hukum lozenge yg mengandungi DCBA (Dichloro benzyl alcohol) Umum manusia melihat alkohol itu khamar (arak) dan khamar itu alkohol.
Yang benar: alkohol ialah bahan2 yg terdapat dalam khamar dan dgn sebabnya ia memabukkan. Dalam khamar ada alkohol dan alkohol yg tulin adalah racun.
Alkohol dihasilkan melalui dua cara: fermentasi atau penapaian dan melalui proses industri.
Pertama: apakah alkohol (bukan dari proses pembuatan khamr/arak) itu najis?
Ia adalah suci menurut Imam Ridha kerana ia adalah suatu yg tidak dikenali oleh orang sebelumnya.(Tafsir alManar: 7/58)
Ini juga pendapat Prof Dr alQaradawi dlm Fatawa Mua\’asirat.Perbahasan ulama\’ dalam bab najis sebenarnya tertumpu pada khamar bukan alkohol (anNawawi, alMajmoo\’: 2/516)
Kedua: Hukum Lozenge yg mengandungi DCBA kadar yg dibenarkan oleh piawaian antarabangsa ialah 1.2mg/2.6g lozenge. DCBA adalah ada unsur ubat bagi sakit kerongkong dan juga bertindak sebagai \’preservative\’ (ubat penahan kepada lozenge supaya tahan lama.
Hukum memakan lozenge yg mengandungi DCBA yg selamat pada kadar 1.2mg/2.6g adalah spt berikut: Fatwa2nya:
a. Imam Nawawi (alMajmoo\’: 9/30) harus hukumnya meminum ubat yg mengandungi sedikit racun jika ia dijamin selamat dan memang diperlukan.
b. Imam Haramain (ibid) jika seseorang merasa tiada sebarang risiko jika memakan racun yg suci, maka ia tidak diharamkan.
c. Imam alGhazali (alIhya\’: 2/94): Di Qiaskan jika lalat atau semut yg jatuh dalam periuk dan hancur bersama masakan, maka masakan itu halal. Dalam keadaan biasa, haram memakan lalat dan semut.
d. Imam alGhazali (alWajeez: 2/181) Harus hukum menggunakan ubat2an yg ada najis dan adunan yg mengandungi khamar.
e. Imam Ibn Hazm alAndalusi (Mu\’jam Fiqh Ibn Hazm adzZahiri: 2/1012): apabila sifat-sifat sesuatu barang yg najis atau haram sudah berubah sifatnya dan namanya sudah berganti dgn nama lain, maka hukumnya menjadi suci dan halal.
f. alQadhi abu Bakar alArabi alMaliki ( Ahkamul Qur:an: 1/59) sesuatu yg haram bia telah diolah atau dibakar hingga berubah bentuk dan sifatnya, maka hukumnya harus dan suci.
g. Muhammad alHasan alkasani (albada\’iy: 1.85)
h. Imam Ibn Abidin dalam Hasyiah Ibn Abidin ma\’a Durril Mukhta: 1/326)
i. Fatawa alHindiyah (Fiqh Hanafi):
1/45 Dan Fatawa dari Syaikhul Islam Ibn Taymiyah alHarani:
alFatawa: 21/501-502) juga membolehkan jika alkohol itu sudah menjadi sebati, hilang sifatnya dan telah menjadi suatu yg lain.
Kesimpulannya:
Hukum memakan lozenge yg mengandungi 1.2mg DCBA adalah harus. Namun dlm pasaran terdapat banyak lagi lozenge yg tidak mengandungi alkohol, maka disyorkan belilah lozenge yg tidak mengandungi alkohol. Bacalah label terlebih dahulu. Ini adalah langkah hadzar (berhati-hati).
Rujukan:
Fatwa-fatwa Kontemporari, Syeikh Yusuf al-Qardhowi.
Harian metro
Fatwa Majlis Fatwa Kebangsaan Taisir al-Allam Syarh U’mdatul al-ahkam, Syeikh Abdullah al-Bassam.
Sumber www.salafytobat.wordpress.com
SEJARAH HITAM WAHABY SALAFY
Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen(1)




MEMBONGKAR FAKTA SEJARAH HITAM WAHHABI BERTINDAK MEMBUNUH UMAT ISLAM
( Edisi Sejarah Hitam Wahhabi Di Kota Thoif )
1- WAHHABI MENYERANG KOTA THOIF SETELAH MENAWAN PEMERINTAHAN ASY-SYARIF GHOLIB HAKIM MEKAH PADA ZUL QAEDAH TAHUN 1217H BERSAMAAN 1802M KEMUDIAN WAHHABI MEMBUNUH PENDUDUK THOIF TERMASUK WANITA DAN KANAK-KANAK DAN WAHHABI TURUT MENYEMBELIH BAYI YANG MASIH DIPANGKUAN IBUNYA.
( Rujuk fakta sejarah tersebut dalam kitab berjudul Kasyfu Al-Irtiyab seperti yang telah discan di atas pada mukasurat 18 karangan Muhammad Muhsin Al-Amin dan beliau turut menukilkan kenyataan yang sama dari Mufti Mekah Ahmad Bin Zaini Dahlan )
2- WAHHABI MEMBUNUH UMAT ISLAM DI DALAM MASJID-MASJID & RUMAH-RUMAH DAN WAHHABI BERTINDAK MENGEJAR SESIAPA YANG LARI DARI SERANGAN MEREKA LALU MEMBUNUH KEBANYAKAN MEREKA YANG LARI ITU, WAHHABI JUGA MENGUMPUL SEBAHAGIAN MEREKA TADI DALAM SATU KAWASAN MALANGNYA KEMUDIAN DIPUKUL LEHER MEREKA (BUNUH) DAN SEBAHAGIAN MEREKA DIBAWA OLEH WAHHABI KE SATU LEMBAH BERNAMA WADI ALUJ LANTAS WAHHABI MENINGGALKAN MEREKA DI WADI YANG KOSONG ITU YANG JAUH DARI PERKAMPUNGAN DALAM KEADAAN MEREKA DIBOGELKAN TANPA PAKAIAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN.
( Rujuk fakta sejarah tersebut dalam kitab sejarah berjudul Sofahaat Min Tarikh Al-Jazirah Al-Arabiyah Al-Hadithah pada mukasurat 178 dikumpulkan oleh Dr. Muhammad ‘Audh Al-Khatib )
* bersambung… ada 7ribu lagi sejarah HITAM Wahhabi yang akan dibongkarkan dalam blog ini berdasarkan fakta sejarah yang tepat. Nantikan…
www.abu-syafiq.blogspot.com
Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen (2)

Lihat Video Pembunuhan Kejam Terhadap Umat Islam ( klik di atas )
WAHHABI MEMBUNUH ULAMA ISLAM, FAKTA SEJARAH YANG TIDAK AKAN DILUPAKAN
-SEMASA KEBANGKITAN WAHHABI DI KOTA THOIF MEREKA TURUT BERTINDAK GANAS TERHADAP ULAMA ISLAM DI KOTA THOIF DAN ULAMA ISLAM YANG BERADA BERHAMPIRAN DENGANNYA TERMASUK ULAMA ISLAM DI MEKAH DAN MADINAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI BERDASARKAN FAKTA SEJARAH TEPAT.
PADA MASA ITU WAHHABI TELAH MEMBUNUH DAN MENYEMBELIH ULAMA ISLAM TERLALU RAMAI ANTARA ULAMA ISLAM YANG DIBUNUH OLEH WAHHABI ADALAH:
1- MUFTI MEKAH AL-MUKARRAMAH WAKTU YANG SAMA MERUPAKAN SEORANG MUFTI MEKAH DALAM MAZHAB ASY-SYAFI’IYYAH BERNAMA SYEIKH ABDULLAH AZ-ZAWAWI TELAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN KEJAM DIHADAPAN RUMAHNYA DENGAN CARA MENYEMBELIH MUFTI TERSEBUT.
2- SEORANG QODHI (TUAN KADI) BERNAMA ABDULLAH ABU AL-KHOIR JUGA MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI KETIKA ITU.
3- SYEIKH JA’FAR ASY-SYAIBY DAN BEBERAPA ULAMA ISLAM BERSAMANYA DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN CARA PENYEMBELIHAN KEJAM OLEH KETUA DAN BALA TENTERA WAHHABI KETIKA ITU.
KESEMUA PERISTIWA KEJAM TADI BERLAKU PADA TAHUN 1217H BERSAMAAN 1802M.
( Sila rujuk fakta sejarah kekejaman Wahhabi tersebut dalam kitab sejarah yang mu’tadil berjudul Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah karangan ulama sejarah bernama As-Said Ibrahim Ar-Rawi Ar-Rifa’iy pada mukasurat 2-4 percetakan An-Najah di Baghdad Iraq Tahun cetakan 1345Hijriyyah ).
bersambung…
http://abu-syafiq.blogspot.com
Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen (3)

FAKTA SEJARAH MEMBUKTIKAN KEZALIMAN WAHHABI DI MEKAH AL-MUKARRAMAH MEMBUNUH UMAT ISLAM BERDASARKAN BUKU SEJARAH WAHHABI SENDIRI
(Edisi Sejarah HITAM Wahhabi Di Mekah Al-Mukarramah)
Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya disana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803M : 1218H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy ‘Asyar. Manakala pengkaji sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:
KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA MEKAH:-
- Pada bulan Muharram 1220H bersamaan 1805M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji.
- Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.
- Penduduk Mekah kelaparan kerana keadaan begitu zalim dilakukan oleh Wahhabi sehingga kanak-kanak mati kelaparan berkelimpangan mayat-mayat mereka.
- Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keldai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.
( RUJUK FAKTA SEJARAH DI ATAS YANG DINYATAKAN TADI DALAM KITAB PENGKAJI WAHHABI SENDIRI BERNAMA UTHMAN IBNU BASYIR AL-HAMBALY AN-NAJDY DALAM KITABNYA BERJUDUL ‘INWAN AL-MAJDY FI TARIKH NAJAD JUZUK 1 MUKASURAT 135, RUJUK JUGA KITAB YANG TELAH DISCAN DI ATAS ).
from : http://abu-syafiq.blogspot.com/
Wahhaby adalah buatan British, yang membantai muslimin di hijaz dan memberontak kepada kekhalifan islam (sunni) utsmaniyah!!
Lihatlah bagaimana wahhaby didanai oleh british dan dibawah komando british yang bernama Lawrence!!
Film documenter : Arab Badwi Bahlul (wahhaby) memberontak pada khaliafh islam (sunni) otsmaniyah
This video highlights some of the accomplishments of the stoopid Arabs who betrayed Islam by turning against the Ottoman Caliphate on behalf of the British, and the consequences they have suffered as a result of their stupidity (ini adalah film layar lebar yang mengngkat fakta-fakta sejarah kekejaman wahhaby dan Lawrence membunuh jamaah haji, ulama sunni dan muslimin).
Video klip asli dimana Lawrence dan wahhaby dianggap pahlawan oleh kafir yahudi dan nasrani :
Lihatdi video pimpinan wahhaby (King Faisal Laknatullah) bersama Lawrence laknatullah:
——————————————————————————————-
Kemudian anak dari King Faisal atau raja Fahd berkalung salib bersama Pimpinan Zionist didunia ini Ratu elisabeth:
Rezim Wahhaby Saudi arabia adalah madzab sesat buatan yahudi british untuk menghancurkan islam dari dalam serta mengadu domba islam dnegan kristen. Ini bertujuan agar zionis yahudi laknatullah lebih mudah mengusai palestine dan dunia. Inilah pemimpin rezim suadi arabia (Raja fahd) yang dengan bangga berkawan dengan zionis britis dan berkalung salib:

from : http://www.alriyadh.gov.sa/election/en-sh.asp
An emblem was designed for the elections campaign. It evokes the national symbol of Saudi Arabia and highlights the electoral process as a continuous build up and preservation of the country’s achievements in the field of development.
The campaign also selected a quotation from the address of the Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd bin Abdul Aziz (Chief of wahhaby) in which he called on the citizens to practice the election process as it is a participation in the decision making.
——————————————————————————————-
Bagi pengikut wahhaby badwi najd bahlul yang tak tau sejarah boleh tengok video ini, tentang sejarah berdirinya negeri2 najis (wahaby) saudi arabia.
History of The Muslim Ummah (Part 1)…VERY EMOTIONAL!!!!!!!!
sumber:http://www.salafytobat.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)
