Majalah ekonomi terkemuka dunia Forbes kembali memaparkan daftar orang terkaya di
dunia pada 2012. Sebanyak 1.226 pengusaha masuk dalam jajaran top dunia dan berhak menyandang predikat orang kaya baru.
Pengusaha
Indonesia, tak lepas dari daftar para taipan kaya dunia tersebut.
Forbes setidaknya menemukan 17 pengusaha nasional yang layak masuk
Forbes 2012. Berikut ranking lima besar asal Indonesia yang masuk
jajaran orang terkaya di dunia.
1. Robert Budi Hartono, (US$6,5 miliar)
Posisi
puncak pengusaha Tanah Air yang masuk dalam daftar Forbes pada 2012 ini
masih ditempati R Budi Hartono,71. Dia mengantongi kekayaan hingga
US$6,5 miliar (Rp58,5 triliun). Pengusaha yang besar di bisnis perbankan
dan rokok ini berada berada di posisi 146 dunia.
Robert Budi
Hartono adalah pemilik dari salah satu perusahaan rokok kretek terbesar
di Indonesia, Djarum. Robert adalah anak kedua dari Oei Wie Gwan,
pendiri Djarum. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie
Siang.
Pada 23 November 2011, Robert Budi Hartono dan Michael
Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$14 miliar.
Pada Juli 2007, majalah Globe Asia menyebut Robert sebagai orang terkaya
di Indonesia dengan kekayaan US$4,2 miliar (sekitar Rp37,8 triliun).
Mereka
berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51% saham BCA. Mereka pun
memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat
sejak tahun 2008, serta sejumlah properti salah satunya Grand Indonesia
dan perusahaan elektronik.
2. Michael Bambang Hartono, (US$6,3 miliar)
Menguntit
di belakang Budi Hartono, adalah kakak kandungnya, Michael Hartono,72.
Sama seperti saudaranya, Michael juga memperoleh kekayaan dari bisnis
perbankan dan rokok dan dengan nilai US$6,3 miliar.
Michael
berada di posisi ke 157 daftar Forbes 2012. Michael Bambang Hartono
adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.
Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh
melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.
3. Low Tuck Kwong, (US$3,6 miliar)
Di
posisi ketiga, peringkat teratas pengusaha Indonesia dalam daftar
Forbes 2012 adalah Low Tuck Kwong,63. Pengusaha di bisnis pertambangan
batu bara ini berada di peringkat 304 dunia dengan total kekayaan
mencapai US$3,6 miliar.
Pria ini terlahir di Singapura serta ikut
bisnis konstruksi orangtuanya hingga usia 20 tahun. Namun, kemudian
pindah kewarganegaraan jadi warga Indonesia. Dia dikenal sebagai raja
batu bara Kalimantan.
Low Tuck Kwong memulai bisnis di Indonesia
pada 1973 ketika dia membentuk perusahaan konstruksi yang khusus
menangani pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah, hingga konstruksi di
laut. Perusahaan konstruksi sipil ini kemudian mendapatkan kontrak batu
bara pada 1988.
Lima tahun setelah berganti kewarganegaraan
Indonesia, pada November 1997, Low Tuck mengakuisisi PT Gunung Bayan
Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama yang memiliki tambang dan
mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan sejak 1998.
Sejak
itu, sejumlah konsesi baru diakuisisinya hingga resmi membentuk
perusahaan induk yang dikenal dengan PT Bayan Resources. Sejak 2001,
Bayan Group rata-rata menambah satu konsesi dalam portofolio perusahaan.
4. Martua Sitorus, (US$3 miliar)
Pengusaha
yang mengandalkan bisnis perkebunan kelapa sawit, Martua Sitorus,52,
menduduki peringkat 377 Forbes 2012. Total kekayaan pengusaha pemilik
bisnis Wilmar ini mencapai US$3 miliar. Di dunia bisnis nasional Martua
Sitorus tak banyak dikenal.
Pria kelahiran Pematang Siantar,
Sumatera Utara ini sempat menyandang orang terkaya di Indonesia ke-7
pada 2007 dan ke-14 pada 2006 versi Forbes. Meski berkebangsaan
Indonesia, dia saat ini tinggal di Singapura sambil memimpin semua
bisnis-bisnisnya.
5. Sukanto Tanoto, (US$2,8 miliar)
Pada
posisi tertinggi kelima pengusaha Indonesia dalam daftar Forbes 2012
adalah Sukanto Tanoto,62. Pengusaha yang bergerak di berbagai aneka
bisnis ini memiliki kekayaan hingga mencapai US$2,8 miliar.
Dia
ada di peringkat 418 dunia. Sukanto Tanoto adalah CEO Raja Garuda Mas,
sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dengan usaha di
berbagai bidang, terutamanya kertas dan kelapa sawit. [003-kabar24.com] Sumber: